Rabu, 17 Juli 2013 13:37 WIB

Perang Saudara Di Suriah, 5.000 Orang Dibantai Tiap Bulan

E-mail Cetak PDF
Share

(kabartv.com)- Konflik berdarah yang tak berkesudahan di Suriah telah melampaui batas-batas nilai kemanusiaan. PBB mencatat, sedikitnya 5.000 orang tewas per bulan di Suriah. Jumlah pengungsi juga bertambah.

"Tingginya angka pembunuhan saat ini - sekitar 5.000 orang per bulan - menunjukkan semakin memburuknya konflik," kata asisten sekretaris jenderal untuk badan HAM PBB, Ivan Simonovic, pada pertemuan yang membahas soal Suriah, dilansir Al-Arabiya, Selasa 16 Juli 2013.

Dia melanjutkan, saat ini telah terjadi pelanggaran HAM, kejahatan perang dan kejahatan pada kemanusiaan yang parah di Suriah. PBB mencatat, sejak konflik antara pejuang Suriah dengan rezim Bashar al-Assad pecah tahun 2011 lalu, lebih dari 100.000 orang tewas.

Sebanyak 1,8 juta warga Suriah tercatat sebagai pengungsi di berbagai negara tetangga Suriah, seperti Lebanon, Yordania dan Irak. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Antonio Guterres mengatakan, pengungsi Suriah semakin bertambah jumlahnya, 6.000 orang per hari.

"Kami tidak pernah melihat arus pengungsi sedemikian banyak sejak genosida di Rwanda hampir 20 tahun lalu. Krisis ini sudah berkembang lebih lama dengan konsekuensi kemanusiaan yang buruk," kata Guterres.

Kepala badan kemanusiaan PBB Valerie Amos mencatat, perlu dana sekitar US$3,1 miliar untuk bantuan bagi rakyat di dalam Suriah dan di pengungsian yang jadi korban kekejaman rezim Assad per tahun. "Kita tidak hanya menyaksikan hancurnya sebuah negara, tapi juga rakyatnya," kata Amos. (svc)

Otonomi

Warga Riau Mulai tidak Nyaman Melih…

Warga Riau Mulai tidak Nyaman Melihat Spanduk Caleg

PEKANBARU,(Kabartv.com) - Jadwal kampanye calon anggota legislatif di Riau ternyata membuat beberapa sudut jalan, gang hingga perumahan-perumahan dipenuhi spanduk dan...

Tim Satgas Bersama Polres Dumai Mem…

Tim Satgas Bersama Polres Dumai Memburu Pembakar Hutan dan Lahan

DUMAI, (Kabartv.com) - Sekitar 60 personel Polisi itu, ada dua tim dibentuk untuk meringkus pelaku pembakaran hutan dan lahan yang...

BERITA POPULAR

INDEKS OTONOMI