Jumat, 13 September 2013 13:35 WIB

Polres Pelalawan Tangkap 8 Pembabat Hutan Lindung TNTN

E-mail Cetak PDF
Share

PELALAWAN,(kabartv.com)- Jajaran Polisi  Resor, Polres  Pelalawan, Riau,   berhasil  menangkap  delapan orang  pembabat  hutan di kawasan hutan lindungan  Taman Nasional  Teso Nilo ( TNTN ) dan  lima  unit  truk  bermuatan  kayu log//  penangkapan pembalakan liar ini, setelah beberapa lama dilakukan pengintaian.

Delapan truk berisi kayu log yang ditangkap tersebut, langsung diamankan di Polres Pelalawan. Satu persatu truk bermuatan penuh dengan kayu hasil pembalakan liar tersebut, dijejer di halaman Polres Pelalawan.

Keberhasilan penangkapan  ini, setelah  Polres Pelalawan terdiri dari 75 personil, melakukan penyisiran  selama  dua  hari  di kawasan hutan  lindung  TNTN. Sedikitnya lima unit truk bermuatan kayu log berhasil disita di areal TNTN  jalan  koridor  PT RAPP  kilometer  km 82, Desa  Segati, Kecamatan  Langgam, Kabupaten  Pelalawan.

Selain menyita lima unit truk, Polres Pelalawan juga berhasil menangkap delapan orang tersangka yang diduga melakukan pembabatan  hutan atau pembalakan liar di kawasan hutan lindung tersebut.

Saat    dilakukan penangkapan  para pembabat  hutan lindung tersebut, tertangkap tangan  tengah  menumbang  dan  memotong  kayu menggunakan  mesin  pemotong  kayu, atau biasa disebut Senso.

Kedelapan orang  pembabat  hutan  TNTN yang diamnakan tersebut, masing masing bernama Munaf,  Afrizon. Agus Wijaya,  Triono, Ernis,  Nursal, Riki Sandra  dan Andi. Kedelapan  orang  ini  berasal dari  Desa  Teratak Buluh, Kabupaten  Kampar.
Menurut  pengakuan  salah  seorang  pembabat  hutan  TNTN, Afrizon, mereka  baru  pertama  kali  mengambil  kayu  di areal tntn/  dan mereka tidak tahu kalau daerah  tempat  mereka  mengambil  kayu  itu  masuk dalam kawasan lindung tntn. Hasil  kayu  dari TNTN  itu, rencananya  akan  mereka  bawa  ke pekanbaru  untuk  diolah  menjadi  kepingan  papan dan  broti.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan, AKBP. Guntur Aryo  Tejo, mengatakan,  sebelum dilakukan penangkapan, mereka terlebih dahulu melakukan penyisiran selama  dua hari, selain itu, juga melakukan  patroli  melalui  jalan darat  dan  udara, hasil dari patroli tersebut,  Polres Pelalawan  berhasil  menangkap  delapan  orang  pembabat  hutan  di  kawasan TNTN  dan  lima  unit  truk  bermuatan  kayu  log.

Kondisi hutan lindung TNTN saat ini, sudah  sangat  memprihatinkan, karena sebagian  besar  hun lindung tersebut sudah mengalami kerusakan  dan  hancur  akibat  pembabatan  hutan oleh  orang-orang  yang  tidak bertanggung  jawab. (diki)